Kalo diperhatikan dari hari kehari, suasana di bumi Indonesia itu semakin panas saja. Ini bukan karena suhu bumi yang meningkat, tetapi suhu politik yang semakin hari semakin naik. Kabar pagi yang dibahas skandal, liputan siang yang diomongkan skandal lagi, giliran malamnya skandal lagi yang dibahas. Rasanya bosan, muak dan mualese pol (orang jawa bilang). Mbok yao, ndk cuman skandal saja yang di ubek-ubek, atau dibikin pansus. Coba sekali-kali, wakilnya rakyat itu bikin pansus hak angket Skandal Kemelaratan Rakyat (wuih ngeri to?). disitu bisa di interograsi (mudah-mudahan bahasane bener) ditelusuri, aliran kemelaratan itu dari mana? rakyatnya itu banyak yang melarat karena apa? apa memang sudah hobby dari sononya (peninggalan kolonial), atau memang ada yang "main-main".
Sebenere hakikat KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN itu sudah pada tau belum ya?
Sebenarnya bisa diringkas saja tugasnya wakil rakyat itu, yaitu mewakili rakyat untuk mencari jalan keluar bgaimana caranya KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA dan KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB itu tercapai. Dengan tetap menjunjung tinggi rasa PERSATUAN INDONESIA tanpa mengebiri demokrasi, berdasarkan nilai-nilai KETUHANAN YANG MAHA ESA. Itulah sebenarnya maksud dari KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN ......................................... Oh Indonesiaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar